oleh

Maraknya Usaha Perambahan Hutan di Kabupaten Rokan Hilir

image_pdfimage_print

Bagansiapiapi~, Baranewsindonesia.com-  Kabupaten Rokan Hilir Dengan Jargonnya Negri Seribu Kubah Merupakan Daerah Destinasi Pariwisata dimana Pulau Jemur Dan Bakar Tongkang sebagai obyek pariwisatanya selain dari obyek~obyek lainya.

Namun di tilik dari sisi Lain ternyata kota Bagasiapiapi banyak juga usaha~usaha Ilegal yang bagaikan jamur di musim hujan seperti  halnya Dengan Kejadian Pada Hari Jum’at sekitar 04:00 Pagi 09/03/2018.

Banyaknya  Kayu Olahan Hasil hutan atau Ilegal loging yang Berseliweran di kota Bagasiapiapi Tanpa Memiliki Dokumen Yang Sah ketika team dari berbagai LSM mengikuti mereka buruh gerobak mengarah pada penampungan/penadah Kayu hasil Ilegal Loging di Gudang Aseng dan Ahok di Jalan Bintang,Ada juga gudang Acin dijalan SGB.

Menurut penuturan Buruh gerobak pemilik kayu yang mereka bawa berinisial M orang sungai sialang dia yang menyuruh untuk membawa kayu papan  ke gudang ini,kami apalah hanya buruh gerobak katanya,ketika ditanya siapa pemilik kayu papan itu.

Adapun titik~titik pengangkutan kayu yang diduga ilegal loging di antara nya :

Kec.Bangko :

1.Parit baru [Stai Aridha]

2.Jalan sepakat jaya [batu 8]

3.Jalan Seia

4.Jalan bulan

 

Kec.Sinaboi :

1.Kepenghuluan Darusalam

2.Kamp.aman

 

Kec.Batu Hampar

1.Parit 6

2.Bantaian

Kec.Rimba Melintang

1.Kepenghuluan p.singkek

Temuan dilapangan ini disampaikan oleh

“LSM TOPAN-RI,LIPUN-RI GRPPH-RI ROHIl dan Team Lainnya melalui Media Online Mengintruksikan Kepada Pihak Polres Rokan Hilir dan Dinas Kehutanan Cq.Provinsi Riau Untuk Menindaklanjuti Aduan dari beberapa LSM Agar Cepat Tanggap dalam penanganan ilegal loging yang marak di kabupaten Rokan hilir khusus nya di bagansiapiapi.

Supaya hutan yang ada itu tidak punah karena jika punah yang menanggung resiko dari pemanasan global adalah anak cucu kita maka ini tidak bisa di biarkan ini harus di lakukan pencegahan terhadap mereka oknum~oknum yang tidak bertanggung jawab Atas kelangsungan ekosistem mata rantai kehidupan di bumi. ***team**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed