oleh

Jokowi: Saat Saya Dilantik, Utang Indonesia Rp2.700 Triliun

image_pdfimage_print
Presiden Jokowi /Foto: Biro Pers Setpres

BARANEWS INDONESIA – PRESIDEN Joko Widodo geram dengan isu utang pemerintah yang membengkak dan menjadi bahan politisasi di media sosial.

Presiden Jokowi menegaskan, utang itu bukan karena ulahnya melainkan sudah ada dari pemerintah sebelumnya. Jokowi menjelaskan, sejak dirinya dilantik, Indonesia sudah memiliki utang sebesar Rp2.700 triliun. Nilai itu kemudian terus membengkak akibat adanya bunga.

“Saya dilantik itu utangnya sudah Rp2.700 triliun. Saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah seribu. Ngerti ndak ini?” kata Presiden Jokowi dengan nada kesal saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, utang pemerintah pusat Rp 3.938,7 triliun per Desember 2017.

Jokowi meminta masyarakat berpikir jernih terkait isu utang negara selama dia memimpin. Ia menegaskan tidak mungkin menambah utang negara dalam jumlah besar. “Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu. Enak aja,” tegasnya.

Selain isu utang, Jokowi bercerita banyak berita miring yang selalu mengaitkan dengan dirinya. Salah satunya ia dinilai antek asing. Presiden Jokowi menyebut isu tersebut sangat tidak beradab. “Banyak yang dari kita ini ingin melemahkan bangsa dengan cara-cara tidak beradab. Ngomongin isu antek asing coba, tuding-tuding ke saya,” kata Presiden Jokowi.

Setelah isu antek asing meredup, lawan politik menggiring lagi desas desus yang mengaitkan dia dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Padahal, Presiden Jokowi sudah berkali-kali membantah tidak terlibat dengan organisasi terlarang tersebut. (OL-5)

Penulis: Rudy Polycarpus

Sumber : Media Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed